Apakah pemodelan spesifikasi kebutuhan perangkat lunak?
·
Pemodelan spesifikasi kebutuhan menggabungkan
bentuk teks dan diagram agar mudah dipahami dan dapat langsung dilakukan
penilaian untuk menentukan kebenaran, kelengkapan, dan konsistensinya.
Mengapa hal ini
penting?
·
Untuk melakukan validasi terhadap spesifikasi
kebutuhan perangkat lunak kita harus memeriksa model-model dari sudut pandang
yang berbeda
·
Masing-masing
model merepresentasikan spesifikasi kebutuhan perangkat lunak dari dimensi yang
berbeda sehingga meningkatkan kemungkinan ditemukannya eror dan
ketidakkonsistenan spesifikasi kebutuhan.
Apa saja
langkah-langkahnya?
- Pemodelan berbasis skenario memperlihatkan sistem/perangkat lunak dari sudut pandang pengguna.
- Pemodelan data memperlihatkan ruang informasi dan objek data yang akan dimanipulasi dan relasi antarobjek.
- Pemodelan berbasis kelas mendefenisikan objek, atribut dan relasi.
Jenis Model Hasil
Pemodelan Spesifikasi Kebutuhan
·
Model
berbasis skenario.
ü
Menggambarkan spesifikasi kebutuhan perangkat
lunak dari sudut pandang “aktor”
ü
Creating
a Preliminary Use Case
Untuk lebih mengerti
akan sebuah perangkat lunak yang diinginkan oleh stakeholder. Ada langkah
dengan cara seperti membuat simulasi. Dengan cara ini stakeholder bisa dengan
lebih mudah menyampaikan maksut dan kita lebih mudah untuk memahaminya.
ü
Langkah-langkah
1. Mengumpulkan
informasi
2. Kebutuhan mengadakan
rapat
3. Mengidentifikasi
stakeholders
4. Menentukan ruang
lingkup masalah
5. Menentukan tujuan
operasional
6. Menetapkan prioritas
7. Menggarisbawahi
kebutuhan penting
8. menjelaskan hal-hal (benda) yang akan dimanipulasi oleh sistem
ü
Memperhalus Use Case Awal
Deskripsi tentang interaksi-interaksi alternatif merupakan hal yang
penting untuk mendapatkan pemahaman lengkap tentang fungsi yang telah
dideskripsikan oleh suatu use case.
Masing-masing
langkah dalam skenario utama selanjutnya dievaluasi dengan menanyakan pertanyaan:
1. Dapatkah aktor mengambil
beberapa tindakan yang lain pada suatu titik pengguaan tertentu.
2. Apakah merupakan hal yang mungkin bahwa aktor
akan mengahadapi beberapa kondisi kesalahan pada titik penggunaan tertentu?
Jika “ya” apa yang mungkin akan terjadi.
3. Apakah merupakan hal yang
mungkin aktor menghadapi beberapa perilaku yang lain pada suatu titik
penggunaan
4. Jawaban menghasilkan skenario sekunder yang merupakan bagian dari use
case awal yang pada dasarnya memperlihatkan perilaku alternatif
ü
Masing-masing situasi yang dideskripsikan dalam
paragraf sebelumnya dinamakan sebagai sebuah pengecualian Use Case (Use Case
Exeception) Exeception mendeskripsikan suatu situasi (entah itu kondisi
kesalahan atau suatu alternatif lain yang dipili oleh aktor) yang menyebabkan
sistem melakukan perilak yang berbeda.
ü
Menulis Use-Case Formal
1. Pro:
Ø
Rincian informasi lebih dalam tentang kasus
penggunaan, sehingga mudah untuk memperkirakan biaya pelaksanaan.
Ø
Cakupan menyeluruh tentang kasus penggunaan
dipengaruhi oleh penggunaan template.
Ø
Mudah bagi pembaca untuk menyerap. Struktur dokumen
membuat pemindaian mudah, dan juga membantu pencarian ditargetkan ketika
pembaca membutuhkan suatu informasi yang spesifik.
Ø
Konsistensi dengan kasus penggunaan lainnya jauh
lebih mudah untuk meyakinkan ketika menggunakan template.
2. Cons:
Ø
Mahal untuk menjaga. Pemetaan "use
case" untuk template memerlukan beberapa usaha. Sejak kasus penggunaan
resmi berisi informasi lebih (eksplisit) dibandingkan kasus penggunaan lainnya,
ada lebih banyak konten untuk mendokumentasikan, memvalidasi dan memodifikasi.
Konten lebih sama dengan biaya lebih (pemeliharaan).
ü
Contoh Penulisan Use-Case Formal
· Model
data
Ranah informasi untuk permasalahan
· Model
berorientasi kelas
- Memperlihatkan kelas-kelas dalam konteks pemrograman berorientasi objek dan bagaimana kelas tersebut dapat mencapai sasaran spesifikasi kebutuhan.
- Menggambarkan elemen fungsional dan cara untuk melakukan transfomasi terhadap data yang melintasi sistem
·
Model
Perilaku
Perilaku perangkat lunak terhadap event dari
luar sistem
Analisis Kebutuhan
- Model-model analisis memberikan informasi yang dapat diterjemahkan menjadi arsitektur sistem, antarmuka sistem dan perancangan berperingkat komponen.
- Pemodelan berbasis skenario : teknik yang sangat populer
- Pemodelan data : Lebih sesuai saat aplikasi harus memanipulasi ruang yang lebih kompleks
- Pemodelan kelas : Representasi kelas dalam paradigma pemrograman berorientasi objek dan kerjasama antar kelas yang dihasilkan sehingga sistem dapat berfungsi seperti seharusnya
3 Sasaran Utama
untuk Mendapatkan Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak
- Untuk Mendeskripsikan apa yang pelanggan inginkan
- Menetapkan dasar perancangan sistem.
- Mendefenisikan kebutuhan yang dapat divalidasi saat sistem dikembangkan
Model Analisis
- Model analisis harus bisa menjembatani kesenjangan yang terjadi antara deskripsi sistem (fungsionalitas sistem / bisnis ) secara keseluruhan saat ia dicapai dengan menerapkan solusi perangkat lunak
- Perancangan perangkat lunak yang mendeskirpsikan arsitektur sistem, antarmuka pengguna dan struktur peringkat komponen
- Memberikan informasi kepada rekayasawan perangkat lunak yang dapat diterjemahkan menjadi arsitektur sistem
- Memberikan informasi tentang interface sistem
- Memungkinkan para pengembang dan pelanggan melakukan penilaian kualitas saat perangkat lunak selesai dikembangkan
- Selain itu, model analisis harus bisa menjembatani kesenjangan yang terjadi di antara deskripsi sistem, analisis model dan model perancangan
·
Model
Analisis Harus Mencapai 3 Sasaran :
ü Mendeskripsikan keinginan pelanggan terhadap
sistem atau perangkat lunak
ü Menetapkan dasar bagi perancangan sistem atau
perangkat lunak
ü Mendefinisikan sejumlah kebutuhan yang dapat
divalidasi saat sistem atau perangkat lunak dikembangkan
Aturan-Aturan
Analisis
- · Model berfokus pada kebutuhan yang tampak dalam ranah permasalahan atau bisnis.
- · Elemen-elemen dalam model kebutuhan menambahkan pemahaman keseluruhan pada kebutuhan spesifikasi PL dan menyediakan pandangan sekilas pada ranah informasi, fungsi, perilaku sistem.
- · Analis sistem memastikan model kebutuhan memberikan nilai tertentu pada stakeholder
- · Tanda pertimbangan berkait dengan infrastuktur dan model non-fungsional hingga tahap perancangan dimulai
- · Minimalkan saling ketergantungan dalam sistem
- · Usahakan agar model sesederhana mungkin
Analisis Ranah
·
Proses
menganalisis, dan menspesifikasi kebutuhan umum dari ranah aplikasi yang
sifatnya spesifik agar dapat digunakan pada proyek lain dengan ranah aplikasi
yang sama.
·
Sasaran
: Membuat kelas analisis dan menemukan pola analisis yang dapat diterapkan
secara luas.
·
Peran :
Mendefinisikan pola dan kelas analisis, serta informasi terkait yang digunakan
orang yang bekerja dengan cara yang serupa tapi tidak berada dalam aplikasi
yang sama
·
Sumber :
Hasil penyelidikan dalam usaha mengidentifikasi objek yang dapat digunakan
ulang melintas ranah aplikasi
Pendekatan untuk
Pemodelan Spesifikasi Kebutuhan
·
Pendekatan
Pertama ( Analisis Struktur ) : Memperlakukan data dan proses yang melakukan
transformasi data sebagai suatu entitas yang terpisah.
·
Pendekatan
Kedua ( Analisis Berorientasi ) : Fokus pada pendefinisian kelas dan saling
bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan UML ( Unified Modeling
Process) dan Unified Process
Elemen Model
Analisis
·
Elemen
berbasis skenario : Interaksi antara pengguna dengan sistem. Aktifitas yang
berurutan bersifat spesifik saat PL digunakan.
·
Elemen
berbasis kelas : Memodelkan Objek yang akan dimanipulasi sistem dsb.
·
Elemen
Perilaku : Event eksternal melakukan perubahan pada keadaan (state) sistem
·
Elemen
berorientasi aliran : Sistem bertindak sebagai pelaku transformasi informasi,
bagaimana objek data ditransformasikan saat mereka mengalir melintasi fungsi
sistem.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar